Belum puas dengan 50:50, Eighties Gank merasa kualitas suaranya tidak kalah dari Johan Untung dan 50:50 Gank. Untuk membuktikannya, kami sepakat pindah ke Ktv yang ada di Senayan City. Benar saja, kualitas, dance dan aksi para Eighties Gank emang hebih, Mengingatkan masa kejayaannya di masa 80an. Luar Biasa.
Yanix dengan gaya khasnya, seolah-olah mau teriak, mengeluarkan suara emasnya. Ira JK diam-diam selalu menirukan gaya menyanyi dari Yani. Entah ngeledek atau memuji. Di lain sudut Amal atau nama lengkanya Aqamal Haq tampil mengejutkan dengan suara improvisasi. Mungkin karena pengaruh habis nonton Java Jass. Berita bagusnya, Amal paling rajin gesek kartu saat waitress datang bawa Bill. Patungan aja boss. hehehe..
Winda tampail bagai dewi penyelamat. Kalau ada yang suaranya fals alias tidak sesuai dengan nada (tapi anehnya ybs malah tidak tahu kalo suaranya fals), Si Ratu Wig ini kontan meluruskan suara dengan mencontohkan nada yang benar. Rudy Rawung alias RR yang dulunya adalah aktivitis paduan suara atau koor di kampus maupun sekolah minggu, tadi malam menikmati profesi barunya sebagai penari latar. Hehehe..
Ira JK. Mungkin ada yang tidak tahu nama lengkapnya, Musywirah JK. Tahun 1998, eh 1988 adalah student darling yang paling disayangi banyak orang. Jangan salah tangkap, karena tampilannya cute, tanpa dosa, imut-imut, Ira lantas banyak dilindungi oleh kakak-kakak seniornya maupun teman seangkatannya. Eh, 15 tahun kemudian Ira tiba-tiba jadi penyanyi hebat. Walau paling sering menguap saat pukul 23:00, tapi giliran pegang mic, sontak kantuknya hilang. Malah dengan celutukan dan keisengannya motret ibu-ibu yang lain dari belakang.
RR dan Hendra jadi penari latar Winda. Si Ratu Wig pun tampil jadi pahlawan dengan mengajari gerakan-gerakan dance sederhana. Mungkin karena kecewa gagal latihan salsa yang entah di mana itu. Kenapa tahu? Ya karena selama ketemu, kurang lebi ada 5 kali Winda berkicau soal kegagalannya latihan salsa. Hadeeehhh..
Ira JK, Yanti, Titien, winda, Rudy, Hendra, Yani, Amal. Asli, ini adalah gerakan tipuan, Sebetulnya musik sudah tidak ada lagi. Ini gara-gara waitres yang lemot mencet tombol kamera. Jadilah foto gaya-gayaan yang agak nipu dikit.. Oiii, ingat umur...
IKAFE JAKARTA
Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi (IKAFE) Universitas Hasanuddin cabang Jakarta
Thursday, March 15, 2012
eighties gank at Senayan
Awalnya hanya janjian sama Rudi Rawung yang lebih dikenal dengan sebutan RR. Setelah agak lama tertunda, disepakati ketemu Rabu 14 Maret 2012 di Plaza Senayan. After office, saya segera meluncur ke PS dari kantor jl. Panjang, Kebon Jeruk.
Eh, RR malah agak sulit saya kontak di PS. Tepatnya depan Marche. Tanpa sengaja ketemu Yanti Indramawan dan Ira JK. Kami bergegas masuk XXI Lounge. Atas bantuan Mila Dollar, kami pun menemukan table yang muat 10 orang. Satu per satu Eighties Gank muncul. Aqamal Haq, RR, Wenda, Titien Syukur, Teten, Yanix. Heboh. Tambah heboh saat 50:50 Band tampil membawakan lagu-lagu Eighties.
Suasana jaim pun mencair, semua menggoyangkan anggota badanm hanya dengan kenangan nostalgia masing-masing sesuai dengan lagu yang dinyanyikan oleh Johan Untung dkk itu. Tak terasa, malam berkesan mengalir cepat. Nice moment, wonderful friendship. Thanks Buddys
Coba perhatikan latar belakang foto ini. Ya, itu adalah personil 50:50 Band yang menyanyikan lagu-lagu eighties. Ada tiga vocalis (bahkan empat orang jika ditambah dengan gitaris muda yang juga belakangan ikut nyanyi). Satunya Johan Untung, yang duanya masih misteri. Ada yang menyebut dia mantan anak buah John Kei (hehehe.. becanda), tapi ada juga yang menggosipkan dia anaknya Johan Untung. Yang jelas Titien dan Ira serta Winda yang bolak-balik ke toilet yang kebetulan letaknya depan stage, sempat-sempatnya masih melirik wajah vocalis. Uggghhhhhh..
Seperti biasa, RR jadi bintang camera face. Gayanya masih tetap atraktif dan senyumnya yang khas. Tapi satu yang tetap jadi pertanyaan, sejak kapan RR selalu pake topi. Seingatku dulu di Tamalanrea, RR selalu tampil klimis. Rambutnya yang rapi, agak cokelat dan bersih banget, selalu mengingatkanku akan gambar-gambar model rambut cowok yang dipasang di barbershop alias tukang cukur Madura yang ada di Jl, Cendrawasih. Aduuuhh, kok jadi ngelantur..
Eh, RR malah agak sulit saya kontak di PS. Tepatnya depan Marche. Tanpa sengaja ketemu Yanti Indramawan dan Ira JK. Kami bergegas masuk XXI Lounge. Atas bantuan Mila Dollar, kami pun menemukan table yang muat 10 orang. Satu per satu Eighties Gank muncul. Aqamal Haq, RR, Wenda, Titien Syukur, Teten, Yanix. Heboh. Tambah heboh saat 50:50 Band tampil membawakan lagu-lagu Eighties.
Suasana jaim pun mencair, semua menggoyangkan anggota badanm hanya dengan kenangan nostalgia masing-masing sesuai dengan lagu yang dinyanyikan oleh Johan Untung dkk itu. Tak terasa, malam berkesan mengalir cepat. Nice moment, wonderful friendship. Thanks Buddys
Coba perhatikan latar belakang foto ini. Ya, itu adalah personil 50:50 Band yang menyanyikan lagu-lagu eighties. Ada tiga vocalis (bahkan empat orang jika ditambah dengan gitaris muda yang juga belakangan ikut nyanyi). Satunya Johan Untung, yang duanya masih misteri. Ada yang menyebut dia mantan anak buah John Kei (hehehe.. becanda), tapi ada juga yang menggosipkan dia anaknya Johan Untung. Yang jelas Titien dan Ira serta Winda yang bolak-balik ke toilet yang kebetulan letaknya depan stage, sempat-sempatnya masih melirik wajah vocalis. Uggghhhhhh..
Seperti biasa, RR jadi bintang camera face. Gayanya masih tetap atraktif dan senyumnya yang khas. Tapi satu yang tetap jadi pertanyaan, sejak kapan RR selalu pake topi. Seingatku dulu di Tamalanrea, RR selalu tampil klimis. Rambutnya yang rapi, agak cokelat dan bersih banget, selalu mengingatkanku akan gambar-gambar model rambut cowok yang dipasang di barbershop alias tukang cukur Madura yang ada di Jl, Cendrawasih. Aduuuhh, kok jadi ngelantur..
Tuesday, October 25, 2011
Subscribe to:
Comments (Atom)






